Pages

Ads 468x60px

Thursday, August 22, 2013

Siapakah itu OJK?

Investasi bodong harus dilaporkan ke OJK?

Cara belajar main saham
Akhir-akhir ini sering mendengar nama "OJK"? Ketika Ust. Yusuf Mansyur bermasalah dengan usaha investasi yang dilakukannya, beliau dipanggil dan berkonsultasi dengan OJK, hingga dijatuhkan sanksi edukasi. Ketika marak adanya berbagai perusahaan yang disinyalir merupakan perusahaan investasi bodong, dilaporkanlah perusahaan-perusahaan tersebut ke OJK. Siapa itu OJK? Dan apa pula tugasnya? OJK merupakan singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan. OJK adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 dan berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan serta pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Kalau dulu pernah mengenal ada lembaga yang bernama 'Bapepam-LK", nah OJK ini menggantikan dari peran "Bapepam-LK" tersebut. 

Kalau kita coba mengintip dari situs resmi OJK di www.ojk.go.id, disebutkanlah tujuan dan tugas dari OJK. Fungsi OJK adalah supaya keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan :
  1. Terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel
  2. Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan
  3. Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.
Sementara tugas OJK adalah melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Selama ini tugas-tugas tersebut berada di bawah BI dan Bapepam-LK Kemenkeu, namun sering bermasalah. Jumlah institusi keuangan yang diawasi OJK sekitar 3.681 unit dengan kapitalisasi senilai Rp7.778 triliun, yang setara dengan PDB Indonesia. Tidak mengherankan jika banyak pihak menilai OJK sebagai lembaga “super body”.

cara belajar main saham
Muliaman D. Hadad, Ph.D
Lalu, siapakah yang memimpin OJK ini? Para pemimpinnya disebut sebagai Dewan Komisioner, yang bersifat kolektif dan kolegial. Dewan Komisioner ini beranggotakan 9 (sembilan) orang anggota yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Saat ini Dewan Komisioner OJK diketuai oleh Muliaman D. Hadad, Ph.D, yang sempat menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dewan Komisioner ini adalah hasil seleksi Panitia Seleksi yang dipimpin oleh Menteri Keuangan, Seleksi Presiden dan selanjutnya fit and proper test di DPR, khususnya Komisi XI. Hasil seleksi ini menetapkan 7 orang Dewan Komisioner OJK. Selain itu, ketujuh Dewan Komisioner OJK ini ditambah dua orang anggota ex-officio dari Kemenkeu dan BI sebagai representasi poros Banteng-Thamrin. Dewan Komisioner OJK tidak dapat diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir kecuali meninggal dunia, mengundurkan diri, berhalangan melaksanakan tugas, tidak menjalankan tugasnya dan hal-hal lainnya.  

cara belajar main saham
OJK akan melaporkan kegiatannya kepada DPR dan Presiden atas hasil audit Kantor Akuntan Publik atau Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam pelaksanaan tugasnya, OJK berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan. Sistem pengendalian manajemen OJK juga harus memenuhi unsur-unsur good corporate governance dan menerapkan keterbukaan informasi yang akuntabel. Karena UU OJK baru diberlakukan per 1 Januari 2013, maka efektifitas dan efisiensi otoritas OJK ini masih terus dilihat. Harapannya adalah, pembentukan OJK diharapkan dapat melindungi kepentingan masyarakat dalam hal ini konsumen, yaitu dengan pengawasan yang dilakukan oleh satu lembaga independen yang terintegrasi. Diharapkan dengan pelaksanaan yang terkoordinir dan terintegrasi, keputusan dapat diambil dengan cepat, selain bertujuan untuk memitigasi resiko krisis di tengah perekonomian global yang semakin tidak stabil.

0 comments:

Post a Comment